Delegasi FTG Unpad Memenangkan Dua Cabang Lomba dalam Event GIW 2017 di Malaysia

Prestasi membanggakan diraih oleh delegasi Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran dikancah Internasioanal minggu lalu  (Kamis, 20 April 2017), tidak hanya satu, namun dua prestasi diborong sekaligus oleh para delegasi, berhasil meraih juara pertama cabang lomba Oil Rig Design dan juara kedua cabang lomba Geoquiz dalam ajang Internasional Geoscience Industrial Week (GIW) 2017 yang digelar oleh Jabatan Geologi, Universiti of Malaya (UM) Malaysia di Kuala Lumpur pada tanggal 18 – 20 April 2017. Prestasi ini membawa nama Indonesia dan Unpad khususnya di luar negeri.

Delegasi Unpad memenangkan dua kategori lomba (juara pertama Oil Rig dan juara kedua Geoquiz) di Malaysia

Delegasi tersebut yaitu Sukja Fajria Sa’adah (FTG 2014), Rizki Satria Rachman (FTG 2014), dan Dian Rahma Yoni (FTG 2014)untuk pemenang juara kedua Geoquiz Competition, dan Grida Viantiska Aprilia (FTG 2014), Fauzan Luqman (FTG 2014), Akbar Sujatmoko (FTG 2014), Anggita Fitri Anatiyo Pamuji (FTG 2014), Inayah Chaerunnisa (FTG 2014) untuk pemenang juara pertama Oil Rig Design Competition. Delegasi lainnya yang berpartisipasi dalam Geoquiz Competition yaitu Grace Ester, Nazla Safitri, dan Jemi (FTG 2014) harus gugur di semifinal.

Juara pertama Oil Rig Design Competition (Akbar, Grida, Inayah, Anggita, Fauzan, dari kiri ke kanan)
Juara kedua Geoquiz Competition (Rizki, Dian, dan Sukja, dari kiri ke kanan)

 

Berawal dari seleksi internal yang cukup ketat, terpilihlah delegasi-delegasi di atas, pembekalan dan persiapan yang cukup dilakukan secara terpantau dan rapi oleh Departemen Akademik BEM HMG FTG Unpad, yang sebelumnya meminta saran dan bantuan dari senior, alumni, dan dosen yang ahli di bidangnya yang berkaitan dengan lomba.

Mengikuti kedua cabang lomba tersebut merupakan hal yang baru bagi kedua tim, mengingat adanya perbedaan sistem dan regulasi yang diterapkan dengan sistem lomba yang digunakan di Indonesia. Untuk Oil Rig sendiri, delegasi menggunakan nama tim yaitu GATOTKACA, selain menambah keunikan tersendiri, tercermin rasa atau kekhasan Indonesia saat berada di negeri tetangga. Sistem lomba oil rig yaitu peserta membuat langsung miniatur oil rig di tempat, kemudian mempresentasikan oil rig yang telah dibuat, dilakukannya load dan floating test. Geoquiz menggunakan sistem yang berbeda dari smart competition di Indonesia, membutuhkan ketepatan dan kecepatan dalam menjawab sehingga didapat poin yang maksimal.

Dengan diraihnya prestasi ini, delegasi berharap semoga dapat menginspirasi dan memicu jiwa kompetisi mahasiswa lain melalui event skala nasional maupun internasional. Perlu digarisbawahi juga bahwa mahasiswa Indonesia kemampuannya masih bisa mengalahkan kemampuan mahasiswa dari negara lain, jadi jangan pernah merasa takut atau rendah diri dengan kemampuan diri kita, karena selama ada keyakinan dan ketekunan tidak ada yang tidak mungkin untuk diraih.

Ismail Halim dalam 100th Annual Convention & Exhibition American Association of Petroleum Geologists 2017 di Texas, Amerika Serikat

Mahasiswa Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad, Ismail Halim, mengikuti konferensi internasional bertajuk “Annual Convention and Exhibition” yang diselenggarakan oleh American Association of Petroleum Geologists, pada 2 – 5 April 2017 di Texas, Amerika Serikat. Meskipun masih menjadi mahasiswa pada program Sarjana di FTG Unpad, Halim ikut mempresentasikan poster nya pada konferensi tingkat internasional tersebut. Ia merupakan satu-satu nya undergraduated student dari Indonesia yang menampilkan karya ilmiahnya pada ajang yang dimana peserta lainnya berkategori Experienced Professional, Master, Doktor, hingga Professor yang datang dari berbagai penjuru dunia.

Ismail Halim memegang bendera Himpunan Mahasiswa Geologi Unpad saat mengikuti konferensi “Annual Convention and Exhibition” di George R. Brown Convention Centre kota Houston, Texas, Amerika Serikat pada 2 – 5 April 2017

Konferensi internasional ini merupakan konferensi tahunan terbesar yang diselenggarakan oleh American Association of Petroleum Geologists, asosiasi keprofesian geologi minyak dan gas bumi terbesar di dunia. Dalam penyelenggaraannya yang ke-100 ini, Halim berkesempatan mempresentasikan poster nya tentang geokimia batuan inti yang berjudul “Comprehensive Geochemical Studies Using Pyrolisis Analysis and Migration Pathway Map on Evaluating Source Rock Potential in Talang Akar Formation, Jambi Sub-Basin, South Sumatera, Indonesia” setelah melewati seleksi ribuan abstrak dari seluruh dunia. Penelitian ini Halim lakukan bersama dengan senior nya, Raynouval, dengan melakukan analisa mendalam pada salah satu batuan inti penghasil minyak dan gas bumi di salah satu daerah di Sumatera Selatan.

“Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara detail pengaruh batuan inti terhadap kualitas serta cadangan volumetrik migas di salah satu lapangan penghasil migas Sumatera Selatan.” Ujar Halim. Penelitian ini menghasilkan hasil analisa yang baik terhadap kematangan batuan penghasil minyak serta tingkat kualitas migas yang terkandung di dalamnya pada lapangan migas di sub-cekungan jambi. Tak hanya itu, penelitian ini juga memperlihatkan cadangan gas yang cukup besar dengan estimasi kurang lebih 29 TCF serta persebaran hidrokarbon yang cukup merata pada beberapa struktur perangkap migas nya.

Mendapatkan kesempatan untuk menampilkan poster nya merupakan suatu pengalaman yang sangat luar biasa untuk Halim. “Sangat menyenangkan dan bersyukur dapat diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian ini mewakili Universitas Padjadjaran dan Mahasiswa dari Indonesia didepan orang-orang yang memiliki passion dan pengalaman yang banyak pada bidang geologi minyak dan gas bumi ini. Mereka sangat antusias dalam mendengarkan dan bertanya pada daerah yang notebane nya kompleks secara geologi ini. Penelitian ini akan sangat penting kedepan dalam pengembangan lapangan migas serta pertumbuhan unconventional energy di daerah Sumatera Selatan ini.” Ungkap Halim.

Berkaca pada penelitian-penelitian yang dipresentasikan dari peserta lain, ia mengungkapkan bahwa penelitian dengan ide-ide baru harus dikembangkan secara masif dan kontinu di Indonesia. “Karena kedepan, tantangan energi di Indonesia akan semakin meninggi dengan meningkat nya demand akan energi di Indonesia. Transformasi menuju arah renewable energy harus mampu diimbangi dengan supply dari fossil fuel yang perlu dieksplorasi dengan berbagai ide-ide baru agar Indonesia kedepan mampu menjaga ketahanan energi dalam negeri nya dalam waktu yang lama.” Tandasnya.

Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Gelar Roadshow Geothermal Goes to Campus

[Unpad.ac.id, 09/03/2017] Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI menggelar roadshow “Geothermal Goes to Campus” (GGTC) ke beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran menjadi kampus pertama digelarnya kegiatan tersebut.

Dekan FTG Unpad Dr. Vijaya Isnaniawardhani,Ir., M.T. dan Direktur Panas Bumi EBTKE Ir. Yunus Saefulhak, M.M., M.T menandatangani Perjanjian Kerja Sama antara FTG Unpad dengan Dirjen EBTKE Kementerian ESDM (Foto oleh : Tedi Yusup)*

Dekan FTG Unpad Dr. Vijaya Isnaniawardhani,Ir., M.T. dan Direktur Panas Bumi EBTKE Ir. Yunus Saefulhak, M.M., M.T menandatangani Perjanjian Kerja Sama antara FTG Unpad dengan Dirjen EBTKE Kementerian ESDM (Foto oleh : Tedi Yusup)*

Acara digelar di Auditorium FTG Unpad Kampus Jatinangor, Kamis (09/03). Acara yang dihadiri langsung Direktur Panas Bumi Ir. Yunus Saefulhak, M.M., M.T., Dekan FTG Unpad Dr. Vijaya Isnaniawardhani,Ir., M.T.,sejumlah dosen, dan mahasiswa FTG Unpad ini diisi oleh kuliah umum dari sejumlah praktisi di bidang geothermal.

Dalam sambutannya, Yunus mengatakan, GGTC digelar untuk membuka wawasan para mahasiswa terkait potensi panas bumi di Indonesia. Ia berpendapat, potensi geothermal Indonesia dapat menjadi alternatif di samping pemanfaatan sektor migas atau bahan bakar fosil lainnya.

Yunus mengungkapkan, pemanfaatan sektor energi alternatif, termasuk di dalamnya energi panas bumi, di Indonesia masih rendah, yakni sekitar 6,2% dari total pemanfaatan sumber energi. Padahal, Indonesia telah menduduki peringkat 3 sebagai penghasil geothermal terbesar di dunia, yakni sebesar 1.643,5 megawatt.

Pemerintah sendiri menargetkan peningkatan produksi geothermal sebesar 7.200 megawatt hingga 2025. Namun, upaya ini perlu dukungan banyak pihak, terutama di sektor penambahan tenaga kerja. Pihaknya telah menghitung, jika setiap produksi geothermal per 1 megawatt membutuhkan 2 orang teknisi, maka untuk memproduksi 7.000 megawatt membutuhkan sekitar 14.000 teknisi.

“Ini perlu usaha dan kerja keras dari semua pihak,” kata Yunus.

Di sisi lain, energi geothermal merupakan energi yang ramah lingkungan. Yunus mengatakan, hanya 1,5% dari energi geothermal yang menghasilkan emisi carbon dioksida (CO2). Angka ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan gas yang menghasilkan CO2 sebesar 2,57%. Sehingga, Yunus optimis energi geothermal bisa menjadi energi yang ramah lingkungan dan berkalnjutan.

“Kalau kita sudah punya energi yang ramah lingkungan, otomatis ketahanan negara terhadap energi akan jauh lebih tahan,” ujar Yunus.

Untuk itu, melalui forum GGTC ini, ia berharap mahasiswa dalam membuka wawasan terhadap potensi panas geothermal, sekaligus mampu memberi masukan terhadap solusi dari berbagai masalah di bidang pemanfaatan geothermal.

Adapun pemateri yang tampil dalam GGTC di Unpad yaitu, Yustin Kamah (PT. Pertamina Upstream Technology Center), Riki Irfan (Chevron Geothermal Indonesia Ltd), Mulyadi (Star Energy Geothermal Ltd), dan Bintara (Direktorat Panas Bumi Dirjen EBTKE RI).

Dalam kesempatan tersebut juga ditandatangani Perjanjian Kerja Sama antara FTG Unpad dengan Dirjen EBTKE Kementerian ESDM. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Dr. Vijaya dengan Yunus.*

Laporan oleh Arief Maulana/wep

Ajukan Jadi Geopark, Unpad Dorong Peningkatan Riset di Pangandaran

[Unpad.ac.id, 08/07/2016] Selain mengajukan kawasan Ciletuh-Palabuhanratu menjadi kawasan Geopark Global UNESCO, Universitas Padjadjaran juga membidik wilayah Kabupaten Pangandaran untuk dijadikan kawasan Geopark. Rencana ini didasarkan atas hasil penelitian terkait potensi geologi di wilayah Pangandaran.

front-unpad-colorKetua Pusat Penelitian Geopark dan Kebencanaan Geologi Unpad, Prof. Mega Fatimah Rosana, PhD., mengatakan, dari hasil pengamatan, wilayah Kabupaten Pangandaran yang terdiri atas 10 kecamatan ini secara geologi umumnya terdiri atas batuan gamping/karst yang bersifat klastik (sedimentasi). Kondisi ini menjadi pembeda dengan kawasan karst Gunungsewu di sepanjang Yogyakarta, Wonogiri, dan Pacitan, yang sudah lebih dahulu ditetapkan sebagai Geopark Global UNESCO.

“Ini penting diteliti, kita harus bisa menjelaskan secara ilmiah beda karst Gunugsewu yang sudah diajukan jadi Geopark dengan kawasan karst di Pangandaran,” ujar Prof. Mega dalam rapat pengembangan Geopark di Pangandaran, di Ruang Rapat Bersama Gedung Rektorat kampus Jatinangor, Rabu (8/3).

Dalam rapat tersebut, hadir Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian pada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik Unpad, Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt., Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Dekan Fakultas Teknik Geologi, dan sejumlah perwakilan dosen. Turut hadir perwakilan dari PT. Biofarma.

Lebih lanjut Prof. Mega mengatakan, sejumlah geosite (situs geologi) banyak tersebar di sepanjang pantai di Pangandaran. Wilayah ini juga banyak terdapat bentang alam khas kawasan karst, seperti gua-gua, ceruk, dan ngarai yang sudah menjadi objek wisata “Green Canyon”. Namun, penelitian lebih jauh terkait dorongan Geopark ini juga harus melibatkan di unsur biodiversitas dan kultural diversitas.

Wilayah Pangandaran sendiri direncanakan akan dikembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Prof. Mega berpendapat, kawasan ini akan berbeda dengan KEK lainnya, dimana KEK Pangandaran nantinya juga menjadi kawasan penyokong kegiatan Geopark. “Ini bisa menjadi suatu penelitian, mana yang mungkin dikembangkan jadi KEK,” kata Prof. Mega.

Terkait riset yang mendukung pengembangan, setidaknya ada 10 tema utama penelitian terkait Geopark. Sepuluh riset tersebut yaitu keanekaragaman hayati, kebencanaan geologi, perubahan iklim, sains, budaya, kajian wanita, pembangunan berkelanjutan, kearifan lokal, geokonservasi, dan edukasi geopark di masyarakat.

Prof. Mega mengatakan, ada lima alasan utama suatu wilayah harus dijadikan Geopark. Mengutip pakar geologi nasional Y. Kusumahbrata, lima alasan tersebut yaitu untuk melawan kerusakan lingkungan, transformasi proses ekstraktif ke konservatif, peningkatan edukasi non-formal ke masyarakat, hingga untuk membangun ekonomi kerakyatan.

Ia pun optimis Geopark dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Melihat data peningkatan pendapatan di Kabupaten Gunungkidul yang menjadi bagian dalam kawasan Geopark Gunungsewu, terjadi peningkatan ekonomi yang signifikan pasca ditetapkan menjadi Geopark. “Geopark ini masuk ke program prioritas Pemerintah di bidang pariwisata,” tambahnya.

Sementara itu, Dr. Keri mengatakan, pengembangan Geopark Pangandaran ini akan melibatkan sejumlah pihak melalui kerja sama Pentahelix. Sejauh ini pihaknya bersama PT. Biofarma telah menyusun contoh pengembangan CSR di kawasan Pangandaran yang terfokus pada penguatan keanekaragaman hayati, keanekaragaman geologi, dan keanekaragaman budaya.

Untuk itu, ia mendorong para dosen/peneliti untuk melakukan penelitian yang terhilirisasi. Fokus penelitian mengacu 10 tema utama penelitian Geopark. Rencananya Geopark Pangandaran ini akan mulai diusulkan pada 2019 mendatang, setelah usulan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu selesai dilakukan. *

Laporan oleh Arief Maulana/wep

Tim Asesor BAN PT Lakukan Visitasi ke Enam Program Studi di Unpad

[Unpad.ac.id, 03/03/2017] Awal pekan ini, enam program studi Sarjana di lingkungan Universitas Padjadjaran akan dilakukan visitasi oleh tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Keenam prodi tersebut yaitu: Antropologi, Manajemen Komunikasi, Kesejahteraan Sosial, Sosiologi, Teknik Geologi, dan Sastra Indonesia.

Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad menerima secara resmi tim asesor BAN PT di Ruang Rapat Rektor Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Jumat (03/03) (Foto oleh : Tedi Yusup)*

Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad menerima secara resmi tim asesor BAN PT di Ruang Rapat Rektor Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Jumat (03/03) (Foto oleh : Tedi Yusup)*

Pelaksanaan visitasi setiap program studi berlangsung tanggal 1-3 Maret (Antropologi), 2-4 Maret (Manajemen Komunikasi), 2-3 Maret (Kesejahteraan Sosial dan Sosiologi), 2-5 Maret (Teknik Geologi), dan 6-7 Maret (Sastra Indonesia). Dari keenam prodi tersebut, prodi Manajemen Komunikasi baru melaksanakan proses akreditasi untuk pertama kali.

Menurut Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, proses visitasi dalam rangka akreditasi dan reakreditasi ini diharapkan dapat menjadi bagian penting untuk meningkatkan mutu pengelolaan akademik di Unpad agar lebih baik lagi. Hal tersebut dikemukakan Rektor saat menerima secara resmi tim asesor BAN PT di Ruang Rapat Rektor Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Jumat (03/03).

“Terima kasih atas kehadiran tim asesor ke Unpad, kami berupaya menjalankan lebih dari sekadar proses akreditasi,” ujar Rektor.

Lebih lanjut Rektor mengatakan, tim asesor BAN PT diharapkan dapat terjadi tukar menukar pemikiran, pandangan, dan interaksi dengan fakultas maupun prodi yang tengah divisitasi. “Kita harapkan bangun jejaring kesejawatan. Ke depan, ada waktu luang yang bisa kita manfaatkan untuk membicarakan hal yang bisa kita jalin, sehingga ada kerja sama yang bisa dibangun,” papar Rektor.

Pada saat proses visitasi, Rektor juga menyilakan tim asesor untuk menyampaikan berbagai hal yang bisa diperbaiki prodi. “Mohon disampaikan saja,” imbuh Rektor.

Dalam acara penerimaan tersebut, hadir Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian pada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik, Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt., Dekan Fikom, Dekan FTG, Dekan FISIP, Ketua dan Wakil Satuan Penjaminan Mutu Unpad, serta para ketua program studi dan perwakilan dosen dari prodi yang divisitasi.

Adapun tim asesor BAN PT yang melakukan visitasi diantaranya: Prof. Dr. Hamka Naping, M.A., (visitasi ke Antropologi); Dr. Phill. Hermin Indah Wahyuni, M.Si., dan Dr. Turnomo Rahardjo (visitasi ke Manajemen Komunikasi); Dr. Deny Setiawan, M.Si., (visitasi ke Kesejahteraan Sosial); Prof. Dr. Partini, SU., (visitasi ke Sosiologi); Prof. Dr. Subagyo Pramumijoyo, Ir., DEA., Dip., HRD., dan Dr. Barlian Dwinagara (visitasi ke Teknik Geologi); serta Dr. Muhammad Rahmadi, M.Hum., dan Dr. Pujiharto, M.Hum., (visitasi ke Sastra Indonesia).

Sebelumnya, prodi Antropologi, Kesejahteraan Sosial, dan Teknik Geologi meraih peringkat “A”. Sedangkan untuk prodi Sosiologi dan Sastra Indonesia sebelumnya meraih peringkat “B”. Diharapkan, visitasi ini dapat memberikan hasil pemeringkatan akreditasi yang terbaik.*

Laporan oleh Arief Maulana/ wep

Prof. Dr. Nana Sulaksana, Ir., M.SP., “Ilmu Geomorfologi Memegang Peranan Penting di Masa Datang”

[Unpad.ac.id, 24/02/2017] Perkembangan ilmu geomorfologi dalam dasawarsa terakhir berkembang sangat pesat. Pesatnya perkembangan ini salah satunya didasarkan adanya aplikasi penggunaan teknologi. Diyakini, ilmu ini akan memegang peranan yang lebih penting di masa yang akan datang.

Prof. Dr. Nana Sulaksana, Ir., M.SP., saat membacakan Orasi Ilmiah berkenaan dengan Penerimaan Jabatan Guru Besar dalam Ilmu Geomorfologi pada Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Jumat (25/02). (Foto: Tedi Yusup)*

Prof. Dr. Nana Sulaksana, Ir., M.SP., saat membacakan Orasi Ilmiah berkenaan dengan Penerimaan Jabatan Guru Besar dalam Ilmu Geomorfologi pada Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Jumat (25/02). (Foto: Tedi Yusup)*

Hal itu dikemukakan Prof. Dr. Nana Sulaksana, Ir., M.SP, saat membacakan Orasi Ilmiah berkenaan penerimaan jabatan Guru Besar Bidang Ilmu Geomorfologi pada Fakultas Teknik Geologi Unpad, di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jumat (24/02). Dalam acara tersebut, Prof. Nana dilantik dan dikukuhkan menjadi Guru Besar oleh Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, di hadapan anggota Dewan Profesor, profesor tamu, dan tamu undangan.

Ilmu geomorfologi semula merupakan bahasan dalam ilmu filsafat, yakni diamati tanpa diikuti dengan verifikasi atau pembuktian penyebabnya. Pengamatan ini pertama kali dilakukan ahli filsafat Yunani, Herodotus (485 – 425 SM), yang mengasumsi adanya pengangkatan daratan Mesir berdasarkan pengamatan berdasarkan gejala alam terhadap endapan lumpur yang amat luas di lembah Sungai Nil.

Geomorfologi kemudian perlahan berkembang menjadi ilmu berdasarkan beberapa penelitian dari para ahli dan pemikir, diantaranya: Plato, Ibnu Sina (980-1037), Leonardo da Vinci (1452-1519), Ferdinand de Saussure (1740-1799), hingga pendapat seorang Dokter cum Geolog, James Hutton (1725-1797) yang kemudian membawa ilmu Geomorfologi ke dalam era modern.

“James Hutton sendiri dianggap sebagai Bapak Ilmu Geologi Modern,” kata Prof. Nana.

Penggunaan potret radar pada awalnya digunakan secara terbatas di lingkungan militer. Pertengahan abad 20, teknologi ini kemudiaan diizinkan digunakan di berbagai cabang ilmu pengetahuan, termasuk geomorfologi.

Potret udara ini menampilkan bentuk roman muka bumi dalam penampilan 3 dimensi. Teknologi ini juga menampilkan bentuk bentang alam yang dapat diubah menjadi peta topografi. Dengan demikian, sulitnya medan yang selama ini menghambat penyusunan peta topografi dapat diatasi.

Dalam kurang dari dua dasawarsa, pasca pemanfaatan teknologi penginderaan jauh, muncul pula kemampuan penyelidikan bentang bumi melalui satelit. Prof. Nana mengatakan, satelit melakukan teknik pemotretan yang memecah spektrum cahaya atas beberapa bagian dengan berbagai saluran yang memiliki keunggulan yang berbeda-beda.

Selanjutnya, berkembang teknologi baru yang bernama penginderaan jauh. Dalam perkembangannya, teknik ini dapat menggunakan pesawat terbang kecil tanpa awak. Teknologi ini, lanjut Prof. Nana, jauh lebih efektif dan efisien, serta memiliki aksesibilitas yang lebih baik khususnya untuk menangkap citra pengamatan di wilayah yang berbahaya.

Teknologi lainnya yang juga berpengaruh dalam ilmu geomorfologi adalah pemanfaatan Gepositioning Satellite (GPS). Teknologi GPS dapat digunakan untuk pengukuran gejala geomorfologi dinamis untuk mengantisipasi berbagai gejala kebencanaan, seperti: tanah longsor, penurunan muka tanah, pergerakan lempeng, juga prediksi gempa bumi atau letusan gunung api.

Dengan berbagai teknologi yang ada, pendidikan ilmu geomorfologi sebaiknya difokuskan dalam menunjang kegiatan eksplorasi, pengembangan wilayah, dan mitigasi bencana. “Pemahaman geomorfologi harus didahului dengan pengetahuan tentang dasar-dasar ilmu geologi. Sebab gejala geomorfologi seyogyanya dapat memebrikan masukan bagi analisis gejala geologi,” papar Prof. Nana.

Prof. Nana telah lama melakukan penelitian di bidang geomorfologi. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Laboratorium Geomorfologi dan Penginderaan Jauh FTG Unpad periode 2009-2014. Hingga saat ini, Guru besar kelahiran Tasikmalaya, 2 Oktober 1952 ini telah meluluskan 150 orang Sarjana, 25 orang Magister, dan 10 orang Doktor.*

 

Laporan: Arief Maulana

TAWARAN PROGRAM HIBAH BINA DESA (PHBD) 2017 – KEMENRISTEK DIKTI

Dalam rangka menumbuhkan rasa peduli mahasiswa untuk berkontribusi kepada masyarakat desa, Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti kembali menawarkan ke berbagai bentuk organisasi mahasiswa baik Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan atau lembaga eksekutif mahasiswa untuk mengikuti Program Hibah Bina Desa (PHBD) Tahun 2017.

Kepada organisasi mahasiswa yang berminat untuk mengikuti PHBD dapat mengusulkan pra-proposal melalui laman: http://phbd.ristekdikti.go.id/ paling lambat tanggal 12 Maret 2017. Sistematika penulisan pra-proposal dan ketentuan lainnya dapat merujuk pada pedoman yang dapat diunduh melalui laman: http://belmawa.ristekdikti.go.id/ atauhttp://phbd.ristekdikti.go.id/.

Sumber: http://belmawa.ristekdikti.go.id/2017/02/16/tawaran-program-hibah-bina-desa-phbd-2017/…&

Dorong Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia, PT. Pertamina Hulu Energi Lakukan Kerja Sama dengan Unpad

[Unpad.ac.id, 9/2/2017] Universitas Padjadjaran menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT. Pertamina Hulu Energi (PHE). Penandatanganan dilakukan langsung Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad dengan Direktur Utama PT. PHE, R. Gunung Sardjono Hadi di Ruang Executive Lounge Unpad, Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Kamis (9/2).

Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad dan Direktur Utama PT. PHE, R. Gunung Sardjono Hadi menandatangani Nota Kesepahaman di Ruang Executive Lounge Unpad, Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Kamis (9/2). (Foto oleh : Tedi Yusup)*

 

Gunung mengatakan, kerja sama yang akan dilakukan antara PT. PHE dengan Unpad adalah dalam hal pengembangan sumber daya manusia. Dalam hal ini, Unpad menjadi salah satu perguruan tinggi yang menjadi institusi untuk mengembangkan kapasitas sumber daya manusia di tubuh PT. PHE.

“Kita harapkan Unpad mau menerima staf kami untuk melanjutkan studi di program Magister dan Doktor,” kata Gunung.

Selain kerja sama pengembangan sumber daya manusia, Unpad juga menjadi fasilitasi PT. PHE untuk melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR). Sebagai anak perusaan PT. Pertamina Persero yang bergerak di bidang eksplorasi, pengembangan, serta produksi migas dan energi upstream, PT. PHE memiliki 56 anak perusahaan yang beberapa diantaranya bergerak di lingkup pendidikan.

“Anak perusahaan kami bisa melaksanakan program CSR diantaranya untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa Unpad,” ujarnya.

Ia pun menilai, Unpad merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Ini dibuktikan dengan banyaknya tenaga kerja lulusan Unpad yang banyak memegang jabatan strategis di PT. PHE.

Sementara itu, Rektor mengapresiasi komitmen kerja sama dengan PT. PHE. Ia pun membuka kesempatan bagi tenaga kerja PT. PHE untuk melanjutkan studi di seluruh bidang keilmuan di Unpad. Sebab, penguatan kapasitas SDM di PT. PHE tidak hanya terfokus pada ilmu geologi ataupun ilmu teknis lainnya, tetapi juga menyangkut ke ranah ilmu sosial.

“Tidak jarang permasalahan eksplorasi itu muncul di aspek sosial,” kata Rektor.

Lebih lanjut Rektor menuturkan, kerja sama dengan PT. PHE ini merupakan upaya untuk menjawab tantangan permasalahan bangsa. Berbagai masalah saat ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu bidang institusi, tetapi menuntut adanya kerja sama berbagai sektor.


Bentuk kerja sama lain yang didorong Rektor adalah menghasilkan riset bersama. Riset ini diharapkan dapat menjadi penyelesaian dari berbagai permasalahan, baik di tubuh PT. PHE maupun di masyarakat. “Berbagai bentuk penyelesaian masalah sosial basisnya selalu dilakukan studi terlebih dahulu,” imbuh Rektor.

Untuk itu, pola pendidikan Pascasarjana yang akan dikembangkan ialah berbasis open extended campus. Staf PT. PHE, lanjut Rektor, tidak perlu sering meninggalkan tugas untuk menuntut ilmu ke Unpad. “Kami akan kirim Profesornya ke PT. PHE. Mahasiswa akan dijamin berprestasi jika mampu menyelesaikan permasalahan di PT. PHE melalui penelitiannya,” kata Rektor.

Dalam acara penandatanganan tersebut, turut hadir Dekan Fakultas Teknik Geologi, Dr. Vijaya Isnaniawardhani, M.T., serta sejumlah manajer kerja sama fakultas di lingkungan Unpad.*
Laporan oleh Arief Maulana / wep

Pengembangan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu Perlu Dukungan Seluruh Bidang Keilmuan

[Unpad.ac.id, 7/2/2017] Kontribusi Universitas Padjadjaran dalam mengembangkan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu menjadi Geopark Global versi UNESCO didorong semakin kuat. Kontribusi ini menjadi nilai tambah dibanding rencana pengusulan geopark lainnya di Indonesia, dimana Unpad menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang terlibat dalam pengusulan geopark di Indonesia.

Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, melakukan rapat terbatas dengan para pimpinan fakultas dan peneliti yang telah melakukan riset di Ciletuh, di Ruang Executive Lounge Unpad, Bandung, Selasa (7/2). (Foto oleh : Tedi Yusup)*

“Ini contoh yang baik, karena geopark lain tidak mengikutsertakan perguruan tinggi,” ujar Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, saat melakukan rapat terbatas dengan para pimpinan fakultas dan peneliti yang telah melakukan riset di Ciletuh, di Ruang Executive Lounge Unpad, Bandung, Selasa (7/2)

Lebih lanjut Rektor mengatakan, Unpad terus berupaya meningkatkan aktivitas riset di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu. Meski riset di Ciletuh terbagi menjadi tiga aspek, yaitu Geologi, Biodiversity, dan Budaya, Rektor mendorong seluruh bidang keilmuan di Unpad ikut melakukan riset di sana.

Dukungan bersama juga diperlukan dalam program jangka panjang Unpad di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Poin penting dalam dukungan tersebut ialah melakukan edukasi kepada masyarakat terkait konservasi geopark Ciletuh Palabuhanratu.

Kawasan geopark Ciletuh telah ditetapkan menjadi kawasan Geopark Nasional sejak 2015 dengan luas area 45.820 ha mencakup 15 desa dan 2 kecamatan. Dalam perkembangannya, kawasan Geopark Ciletuh meluas hingga mencapai wilayah Cisolok dan Palabuhanratu dengan peningkatan luas area menjadi 126.100 ha dan mencakup 74 Desa di 8 Kecamatan.

Terkait potensi wilayah Geopark Ciletuh Palabuhanratu, Ketua Pusat Penelitian Geopark dan Kebencanaan Geologi Unpad, Prof. Mega Fatimah Rosana, PhD, menyebut kawasan ini terbilang istimewa jika dilihat dari sudut geologi, biodiversity, dan budaya.

Pada aspek Geologi, Ciletuh merupakan satu-satunya wilayah yang memiliki singkapan batuan tertua di Jawa Barat, berupa batuan langka ofiolit, metamorfik, dan batuan “melange”. Batuan ini merupakan produk hasil tumbukan antar lempeng benua Eurasia dengan Samudera Hindia (Indo-Australian) sekitar 60 juta tahun yang lalu.

Kawasan Ciletuh juga memiliki batuan lanskap berbentuk setengah lingkaran menyerupai tapal kuda terbuka. Batuan tebing ini membentang dengan diameter bentangan sekitar 15 kilometer. Bentangan ini banyak disebut sebagai amphiteater (teater alam) terbuka dengan banyak air terjun yang jatuh di sela tebing.

Di segi keanekaragaman hayati, Ciletuh memiliki ragam kawasan konservasi alam, mulai dari nature reserve, wildlife reserve, forest conservation, dan taman nasional, serta memiliki kawasan konservasi penyu hijau. Kawasan ini juga memiliki berbagai budidaya tambak, perkebunan, pertanian, dan hutan produksi.

Sedangkan dari segi budaya, lanjut Guru Besar yang telah melakukan penelitian di Ciletuh sejak 2006, Ciletuh menyimpan kearifan lokal masyarakat Sunda yang masih terjaga hingga kini. Mulai darii tinggalan mitos dan folklor, hingga berbagai tinggalan situs Megalitikum, tinggalan kolonial, serta Kampung Budaya Kasepuhan yang masih memegang kuat tradisi Sunda.

Geopark Ciletuh-Palabuhanratu merupakan salah satu dari 12 usulan UNESCO Geopark Global di Indonesia. Indonesia sendiri setidaknya baru memiliki dua lokasi UNESCO Geopark Global, yaitu Geopark Danau dan Gunung Batur di Provinsi Bali, serta Geopark Gunung Sewu di sepanjang Gunung Kidul (Yogyakarta), Wonogiri (Jawa Tengah), dan Pacitan (Jawa Timur).

Prof. Mega berpendapat, kontribusi Unpad dalam mendukung Ciletuh menjadi kawasan geopark global UNESCO diantaranya mengoptimalkan aktivitas riset dan publikasi seluruh bidang keilmuan di Unpad, membuat rencana pendidikan terpadu di bidang konservasi, menciptakan strategi promosi dan pemasaran, hingga memberdayakan masyarakat lokal untuk menjadi bagian dalam pengembangan kawasan geopark.*

 

Laporan oleh Arief Maulana/wep

Materi Presentasi Geopark Ciletuh-Palabuhanratu:

materi Geopark Ciletuh Palabuhanratu-pdf

Unpad Tandatangani MoU dengan PT Mikromine Indonesia Perdana

[Unpad.ac.id, 31/01/2017] Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Tri Hanggono Achmad menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Direktur PT Mikromine Indonesia Perdana (Micromine), Dr. M. Lobo Balia. Penandatanganan dilakukan di Executive Lounge Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Selasa (31/01).
Foto bersama Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Tri Hanggono Achmad beserta jajarannya dengan Direktur PT Mikromine Indonesia Perdana (Micromine). (Foto oleh : Tedi Yusup)*


Dalam kesempatan tersebut, dilakukan juga penandatanganan Cooperation Agreementantara Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad dengan PT Mikromine Indonesia Perdana. Cooperation Agreement ditandatangani oleh Dekan FTG Unpad Dr. Ir. Vijaya Isnaniawardhani, MT dengan Direktur PT Mikromine Indonesia Perdana, Dr. M. Lobo Balia.

Dalam kerja sama ini, Micromine akan memberikan 20 lisensi jaringan software Micromine untuk digunakan dalam kegiatan pendidikan di FTG Unpad. Selain itu, Micromine juga akan memberikan pelatihan kepada staf pengajar FTG Unpad terkait perangkat lunak tersebut.

Diharapkan Lobo, perangkat ini dapat turut meningkatkan kualitas lulusan FTG Unpad. Perangkat ini diyakini dapat membantu proses pendidikan untuk menjadi seorang ahli geologi. Lobo juga berharap perangkat ini dapat terus dilakukan pengembangan melalui aktivitas riset di Unpad.

“Mudah-mudahan  kerja sama ini bisa berlangsung dengan baik. Micromine punya komitmen tetap akan mendampingi terus,” ujar Lobo. Pada kesempatan tersebut, turut hadir pula Regional Manager Micromine, Myke Jones.

Sementara itu, Rektor Unpad menyambut baik adanya kerja sama ini. Menurut Rektor, teknologi ini memiliki peluang untuk terus dikembangkan Unpad. Bukan hanya FTG, aplikasi ini diharapkan dapat turut dimanfaatkan dan dikembangkan oleh berbagai keilmuan. Dalam mengimplementasikannya pun, Rektor berharap dapat terbangun network dengan berbagai pihak.

“Pengembangan itu harusnya terjadi di akademik. Kalau sekarang kita sudah mendapatkan sesuatu dari Micromine, mestinya kita juga berpikir apa yang bisa kita berikan untuk Micromine,” ujar Rektor.

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / wep