Pentingnya Kolaborasi Keilmuan dalam Pengembangan Teknologi Powder

[unpad.ac.id, 08/08/2017] Perkembangan teknologi powder saat ini semakin merambah ke berbagai bidang ilmu. Kolaborasi berbagai bidang ilmu tersebut menjadi terobosan baru untuk memenuhi berbagai kebutuhan industri. Untuk itu peran perguruan tinggi melalui sinergi pemanfaatan hasil risetnya dengan kebijakan pemerintah dan kebutuhan pengembangan industri sangatlah penting.

Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad memberikan sambutan pada pembukaan The 1st International Conference and Exhibition on Powder Technology Indonesia (IcePTi) 2017 pada Selasa (8/8) di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor. (Foto: Tedi Yusup)

Berkenaan dengan hal tersebut, Pusat Riset Pengembangan Institusi Nanoteknologi dan Graphene (PRINT-G) bekerja sama dengan Kawasan Sains dan Teknologi (KST), Pusat Studi Ilmu Rekayasa Material Univesitas Padjadjaran dan Asosiasi Powder Indonesia (Aspowin) menyelenggarakan The 1st International Conference and Exhibition on Powder Technology Indonesia (IcePTi) 2017 pada Selasa (8/8) hingga Rabu (9/8) di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor.

Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad saat membuka acara tersebut menyampaikan bahwa melalui konferensi ini tidak hanya membahas berbagai perkembangan teknologi powder dari berbagai bidang ilmu saja, tetapi juga menghasilkan kolaborasi baru untuk pengembangan hasil riset yang berkelanjutan.

“Dalam pertemuan ini kita tidak hanya mendengar dan membahas teknologi powder tetapi juga untuk mengetahui apa yang sebetulnya dibutuhkan oleh masyarakat dan industri. Hal ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk mengetahui apa yang dibutuhkan di masa yang akan datang,” ujar Rektor dihadapan para peserta konferensi.

IcePTi 2017 terdiri dari berbagai rangkaian acara yang meliputi konferensi internasional, Business Talk, Business Matching dan pameran produk teknologi powder yang dihadir oleh para peneliti dan pebisnis dari dalam dan luar negeri.

Ketua Panitia IcePTi 2017, Prof. Dr. Eng. Camellia Panatarani, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi ide, progres penelitian, pengembangan teknologi dan kolaborasi antara peneliti dan industri dalam bidang teknologi powder dan aplikasinya dalam ruang lingkup nanoteknologi, farmasi, kimia dan agrokimia, pangan  dan pakan, mineral, pelapisan serbuk dan cat, kosmetik, sabun dan deterjen, keramik, toner, karet dan plastik, dan lain-lain.

Pada kesempatan tersebut hadir berbagai peneliti dari dalam dan luar negeri sebagai pembicara antara lain, Prof. Hidehiro Kamiya (Dekan di Tokyo University of  Agriculture and Technology, Jepang), Dr.Keri Lestari (Unpad), Dr. Deo Raj Sing (Weill Cornel Medical College, Cornell University, Amerika Serikat), Prof. Mikio Sakai (University of Tokyo, Jepang), Dr. P. Mullai (Annamalia University India) dan lain-lain.

Sementara itu, kegiatan Business Talk akan dihadiri pengusaha dan praktisi antara lain, Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Harjanto, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Nugroho Cristijanto, Direktur Penelitian dan Pengembangan Bio Farma Sugeng Raharso, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi Sukamdani, Ketua Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia Franciscus Welirang dan Ketua Kawasan Sains dan Teknologi Unpad Prof. Dr. Edy Sunardi. Kegiatan Business Talk tersebut akan dirangkaian dengan Business Matching yang mempertemukan antara para peneliti, industri nasional dan industri Jepang untuk berkolaborasi menerapkan inovasi yang telah dikembangkan.

Kafilah Universitas Padjadjaran Raih Prestasi di Ajang MTQ Mahasiswa Nasional

[unpad.ac.id, 07/08/2017] Tim kafilah Universitas Padjadjaran berhasil meraih sejumlah prestasi di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Mahasiswa Nasional XV 2017 di Universitas Negeri Malang dan Universitas Brawijaya, Malang, 26 Juli sampai 4 Agustus lalu.

Tim Kafilah Universitas Padjadjaran di ajang Musabaqah Tilawatil Alquran (MTQ) Mahasiswa Nasional XV 2017 di Universitas Negeri Malang dan Universitas Brawijaya, 26 Juli-4 Agutus lalu.*

Tim kafilah Unpad berhasil meraih prestasi pada kategori lomba Debat Kandungan Alquran dalam Bahasa Inggris, Lomba Karya Tulis Ilmiah Alquran, serta kategori Hifdzil 5 Juz Alquran. Pada kategori Lomba Debat Kandungan Alquran dalam Bahasa Inggris, tim kafilah terdiri dari Tanty Riyani (Fakultas Ilmu Budaya) dan Aldo Prayoga (Fakultas Teknik Geologi) berhasil meraih juara II.

Sementara pada kategori Lomba Karya Tulis Ilmiah Alquran, tim yang terdiri dari Rhegy Pratidina (Fakultas Peternakan) dan Moch. Adam Alfath (FMIPA) berhasil meraih juara III. Adapun pada kategori lomba Hifdzhil 5 Juz Alquran Putri, Hafizhoh Nur Azimah (Fakultas Teknologi Industri Pertanian) berhasil meraih Juara Harapan I.

Tiga prestasi yang diraih tim kafilah ini menjadikan Unpad masuk sebagai 10 besar Perguruan Tinggi juara di kompetisi MTQ Mahasiswa Nasional. Secara keseluruhan, jumlah peserta yang ikut dalam kompetisi nasional ini berjumlah 251 perguruan tinggi dengan total mencapai 3.000 orang.

Kompetisi MTQ Mahasiswa Nasional merupakan ajang tahunan yang digelar Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Ada 13 kategori lomba dalam kompetisi tersebut, yaitu Tilawatil Quran, Tartilil Quran, Qira’at Sab’ah riwayat Warsy dan Qalun, Hifzhil Quran ( 5 Juz, 10 Juz, 20 Juz), Khaththil Quran golongan Dekorasi, Fahmil Quran, Syarhil Quran, Lomba Karya Tulis Ilmiah, Debat Kandungan Alquran dalam Bahasa Arab dan Inggis, serta desain aplikasi komputer Alquran. Unpad sendiri mengikuti 12 dari 13 kategori lomba.*

Prof. Mega Fatimah Rosana, “Puslit Geopark dan Kebencanaan Geologi Unpad Dapat Apresiasi dari Tim Asesor UNESCO”

[unpad.ac.id, 7/08/2017] Keterlibatan Universitas Padjadjaran dalam pengembangan Geopark Ciletuh-Palabuhandaratu menjadi keunggulan tersendiri saat diajukan menjadi UNESCO Global Geopark (UGG). Selain mendukung di aspek penelitian dan keilmuan, Unpad juga menjadikan aktivitas pengembangan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu ini menjadi program unggulan universitas.

Ketua Pusat Penelitian Geopark dan Kebencanaan Geologi Unpad Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc., PhD, (kiri) saat mendampingi tim Asesor UNESCO dalam kunjungan ke Gedung Puslit di Surade, Kab. Sukabumi, Kamis (03/08). (Foto: Tedi Yusup)*

Ketua Pusat Penelitian Geopark dan Kebencanaan Geologi Unpad Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc., PhD, mengatakan, tim Asesor UNESCO yang telah melakukan penilaian di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu 1-4 Agustus lalu mengapresiasi keberadaan gedung Unpad di area kawasan Geopark. Gedung Bumi Walagri Padjadjaran tersebut saat ini digunakan sebagai lokasi Pusat Penelitian Geopark.

Untuk itu, selain mengunjungi beberapa situs geologi, alam, budaya, serta aktivitas pemberdayaan masyarakat, tim Asesor juga melakukan kunjungan ke gedung Puslit Geopark Unpad. Puslit yang didirikan sejak 2016 ini bertujuan sebagai pusat kajian dan rujukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pengelolaan sumberdaya geologi untuk harmonisasi kehidupan di tingkat lokal, nasional dan global.

“Kunjungan khususnya ke Puslit Geopark Unpad di Surade juga menjadi geosite yang penting sebagai pusat informasi riset yang dibangun Unpad untuk mendukung pengembangan geopark lainnya di Indonesia,” ujar Prof. Mega.

Selama mengunjungi gedung puslit, tim Asesor sangat terkesan terhadap keberadaan pusat penelitian dan aktivitas riset yang telah dilakukan Unpad. Riset tersebut dilakukan oleh dosen dan mahasiswa dari berbagai bidang ilmu yang ada di Unpad.

Guru besar Fakultas Teknik Geologi Unpad ini juga mengungkapkan, tim Asesor juga mengapresiasi upaya Unpad dalam melakukan pendanaan terhadap riset-riset tersebut. Sepanjang 2017, Unpad setidaknya sudah memberikan dana penelitian hampir 2,2 Miliar Rupiah untuk berbagai skema riset.

“Mereka juga sangat positif menilai karena beberapa riset-riset mahasiswa Doktor khususnya dari FTG melakukan juga riset-riset tentang Geopark, baik di Ciletuh, maupun geopark lainnya di Indonesia,” kata Prof. Mega.

Aktivitas riset di kawasan Ciletuh ini sudah lama dilakukan Prof. Mega sejak 13 tahun lalu. Fokus riset di Ciletuh ini terbagi menjadi 3 kajian, yaitu geodiversitybiodiversity, dan cultural diversity. Saat ini, penelitian di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu ini digawangi tiga guru besar Unpad, yaitu: Prof. Mega untuk penelitian geologi, Prof. Dr. Cece Sobarna, M.Hum., untuk penelitian di bidang budaya, serta Prof. Dr. Erri N. Megantara untuk penelitian di bidang biodversitas.

Sesuai komitmen Rektor dalam mendorong keberlanjutan riset di Ciletuh, Prof. Mega mengatakan, Unpad mengimbau kepada para peneliti untuk bisa mengambil peran melakukan riset dan program pengabdian kepada masyarakat, program KKNM-PPMD, serta program Profesor Masuk Desa.

Menurut Prof. Mega, penelitian di Ciletuh bukan hanya dilakukan satu kajian keilmuan saja, tetapi ditekankan pada multidisiplin ilmu, termasuk mencakup aspek sosial kemasyarakatan. Puslit Geopark sendiri akan mendukung penuh aktivitas riset di Ciletuh.

“Keberadaan Puslit ini juga sangat berkaitan dengan program unggulan Unpad lainnya spt Unpad-BUMN Center of Excellence, SDGs Center, Kawasan Sains dan Teknopark, serta Pengembangan kampus Pangandaran,” kata Prof. Mega.*

Penilaian Usai, Penelitian di Geopark Ciletuh Terus Berlanjut

[unpad.ac.id, 4/08/2017] Tim Asesor UNESCO Global Geopark (UGG) menuntaskan rangkaian kunjungannya di kawasan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu, Jumat (4/08). Kunjungan yang telah dilaksanakan sejak 1 Agustus lalu ini bertugas menilai kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu untuk menjadi kawasan Geopark dunia versi UNESCO.

Guru Besar Fakultas Teknik Geologi Unpad yang juga ketua Pusat Penelitian Geopark dan Kebencanaan Geologi Unpad Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc., PhD, (kanan), saat menjelaskan riset yang dilakukan akademisi Unpad di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu di hadapan tim asesor UNESCO Global Geopark di Gedung Bumi Walagri Padjadjaran, Surade, Kamis (3/08). (Foto: Tedi Yusup)*

Guru Besar Fakultas Teknik Geologi Unpad yang juga ketua Pusat Penelitian Geopark dan Kebencanaan Geologi Unpad Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc., PhD, (kanan), saat menjelaskan riset yang dilakukan akademisi Unpad di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu di hadapan tim asesor UNESCO Global Geopark di Gedung Bumi Walagri Padjadjaran, Surade, Kamis (3/08). (Foto: Tedi Yusup)*

 

“Insyaallah (dengan penilaian ini), kita akan dapat sertifikasi. Itu artinya kita bisa membangun standar pengelolaan geopark yang baik,” ujar Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Tri Hanggono Achmad usai acara pelepasan tim Asesor UGG di Aula Kantor Sekda Kabupaten Sukabumi, Jumat (4/08).

Keterlibatan Unpad dalam membangun kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu terus digulirkan oleh Rektor. Pada saat penilaian, Tim Asesor UNESCO juga didampingi Guru Besar Fakultas Teknik Geologi Unpad Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc., PhD. Bahkan, tim asesor juga diajak untuk mengunjungi gedung Bumi Walagri Padjadjaran yang ada di kecamatan Surade.

Lebih lanjut Rektor menuturkan, berbagai riset Unpad di Ciletuh menunjukkan bahwa produk akademik Unpad diakui dengan baik. Kontribusi ini menjadikan keunggulan tersendiri bagi Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, yaitu satu-satunya kawasan Geopark yang melibatkan unsur perguruan tinggi.

“Membangun Global Geopark itu (kuncinya) networking,” kata Rektor.

Saat ini, Unpad telah membentuk Pusat Penelitian Geopark dan Kebencanaan Geologi yang diketuai Prof. Mega. Pusat unggulan Unpad ini diharapkan menjadi rujukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan terhadap pengelolaan sumber daya geologi, biologi, dan budaya untuk dapat dikembangkan melalui konsep taman kebumian.

Melihat potensi Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang terfokus pada tiga aspek, yaitu geologi, biodiversitas, dan keragaman budaya, Rektor berkomitmen agar aktivitas riset yang dilakukan harus tetap berlanjut.

“Riset ini harus tetap didorong secara transdisipliner,” kata Rektor.

Adapun tim asesor UNESCO yang melakukan penilaian di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu adalah Alexandru Andrassanu (Rumania), Soo Jae Lee (Korea Selatan), serta Advisor Global Geopark Network Hanang Samodra. Selama melakukan penilaian, tim diajak untuk melihat berbagai lokasi potensial di kawasan Ciletuh dan Palabuhanratu.

Di Bumi Walagri Padjadjaran, tim melihat berbagai hasil riset civitas academica Unpad di kawasan Ciletuh Palabuhanratu dari beragam keilmuan. Satu persatu, Prof. Mega menjelaskan mengenai rincian dan luaran yang dihasilkan dari penelitian tersebut. Alexandru pun sempat memuji aktivitas Unpad yang terus aktif melakukan riset di kawasan tersebut.

Secara keseluruhan, tim mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkab Sukabumi, Unpad, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong pengembangan Geopark Ciletuh.

Kololium pemetaan geologi pendahuluan tahun 2017

Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran pada Hari / Tanggal, Kamis, 27 Juli 2017 melaksanakan Kololium pemetaan geologi pendahuluan tahun 2017 yang diikuti oleh mahasiswa angkatan 2015 dengan dosen pembimbing dan penguji adalah dosen tetap (49 orang) dan dosen LB. Pelaksanaan kolokium itu dilaksanakan di daerah Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.

 

Kegiatan Asosiasi Prodi Teknik Geologi se Indonesia (ASPRODITEGI)

KEGIATAN ASPRODITEGI

Asosiasi Prodi Teknik Geologi se Indonesia (ASPRODITEGI) merupakan asosiasi yang diikuti oleh seluruh prodi Teknik Geologi yang ada di Indonesia (31 prodi). Asosiasi ini telah melaksanakan deklarasi pada saat acara seminar internasional IAGI pada bulan Oktober 2016.

Pertemuan tanggal 21-22 Juli 2017 di hotel Ibis Budget Daan Mogot merupakan pertemuan yang ke 3 kalinya yang dibuka oleh ketua IAGI. Acara ini diikuti mulai dari Prodi paling barat, yaitu ITM (medan) sampai dengan Prodi yang ada di bagian timur, yaitu UNIPA, termasuk perwakilan dari prodi Sarjana dan pasca Sarjana, Fakultas Teknik Geologi UNPAD.

Pertemuan tanggal 21 – 22 Juli 2017 adalah membahas bahan kajian untuk Standar Sarjana Teknik Geologi dan merumuskan capaian pembelajaran dan profil luluan untuk standar prodi Pasca sarjana. Hasil ini selanjutnya dibawa ke kemeristek dikti sebagai pertimbangan dalam menentukan standar capaian pembelajaran lulusan sarjana dan  Pascasarjana.

Aton Patonah, ST., MT (Manajer Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik Geologi Unpad) bersama ketua Prodi Teknik Geologi se Indonesia.
Aton Patonah, ST., MT (Manajer Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik Geologi Unpad) bersama ketua Prodi Teknik Geologi se Indonesia.
Euis Tintin Yuningsih, ST., MT., Ph.D (Ketua Prodi S3 Teknik Geologi Fakultas Teknik Geologi Unpad) dan Dr. Eng. H. Boy Yoseph Cahya Sunan S.S.A, ST., MT (Ketua Prodi S2 Teknik Geologi Fakultas Teknik Geologi Unpad) bersama ketua Prodi Teknik Geologi se Indonesia.

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) GEOKRONOLOGI

JAKARTA – Pusat Survei Geologi, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada hari tanggal Rabu, 19 Juli 2017 menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai metode geokronologi Fission Track dengan tema Fundamental dan Aplikasi Metode Jejak Belah (Fission Track) Dalam Ilmu Kebumian. Acara yang dihadiri oleh beberapa Instansi, PT. Pertamina EP, SKK Migas, Universitas Indonesia dan lain-lain. Acara ini juga dihadiri oleh Dr. Ir. Johanes Hutabarat, M.Si (staf pengajar Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran) sebagai Narasumber dan Dr. Mohamad Sapari Dwi Hadian, ST.,MT (staf pengajar Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran) sebagai peserta.

Foto para Narasumber bersama para peserta acara Focus Group Discussion (FGD) Geokronologi

PRAKTIKUM LAPANGAN PEMETAAN GEOLOGI PENDAHULUAN

Praktikum lapangan pemetaan geologi pendahuluan tahun 2017 merupakan praktikum yang dilaksanakan secara terpadu untuk yang ke 2 kalinya dengan daerah yang sama, yaitu daerah Bantarujeg dan sekitarnya, Kabupaten Majalengka. Prkatikum lapangan ini diikuti oleh mahasiswa angkatan 2015 dengan dosen pembimbingnya adalah dosen tetap (49 orang) dan dosen LB. Pelaksanaan praktikum lapangan itu diselenggarakan mulai tanggal 17 Juli 2017 – 27 Juli 2017.

Delegasi FTG Unpad Memenangkan Dua Cabang Lomba dalam Event GIW 2017 di Malaysia

Prestasi membanggakan diraih oleh delegasi Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran dikancah Internasioanal minggu lalu  (Kamis, 20 April 2017), tidak hanya satu, namun dua prestasi diborong sekaligus oleh para delegasi, berhasil meraih juara pertama cabang lomba Oil Rig Design dan juara kedua cabang lomba Geoquiz dalam ajang Internasional Geoscience Industrial Week (GIW) 2017 yang digelar oleh Jabatan Geologi, Universiti of Malaya (UM) Malaysia di Kuala Lumpur pada tanggal 18 – 20 April 2017. Prestasi ini membawa nama Indonesia dan Unpad khususnya di luar negeri.

Delegasi Unpad memenangkan dua kategori lomba (juara pertama Oil Rig dan juara kedua Geoquiz) di Malaysia

Delegasi tersebut yaitu Sukja Fajria Sa’adah (FTG 2014), Rizki Satria Rachman (FTG 2014), dan Dian Rahma Yoni (FTG 2014)untuk pemenang juara kedua Geoquiz Competition, dan Grida Viantiska Aprilia (FTG 2014), Fauzan Luqman (FTG 2014), Akbar Sujatmoko (FTG 2014), Anggita Fitri Anatiyo Pamuji (FTG 2014), Inayah Chaerunnisa (FTG 2014) untuk pemenang juara pertama Oil Rig Design Competition. Delegasi lainnya yang berpartisipasi dalam Geoquiz Competition yaitu Grace Ester, Nazla Safitri, dan Jemi (FTG 2014) harus gugur di semifinal.

Juara pertama Oil Rig Design Competition (Akbar, Grida, Inayah, Anggita, Fauzan, dari kiri ke kanan)
Juara kedua Geoquiz Competition (Rizki, Dian, dan Sukja, dari kiri ke kanan)

 

Berawal dari seleksi internal yang cukup ketat, terpilihlah delegasi-delegasi di atas, pembekalan dan persiapan yang cukup dilakukan secara terpantau dan rapi oleh Departemen Akademik BEM HMG FTG Unpad, yang sebelumnya meminta saran dan bantuan dari senior, alumni, dan dosen yang ahli di bidangnya yang berkaitan dengan lomba.

Mengikuti kedua cabang lomba tersebut merupakan hal yang baru bagi kedua tim, mengingat adanya perbedaan sistem dan regulasi yang diterapkan dengan sistem lomba yang digunakan di Indonesia. Untuk Oil Rig sendiri, delegasi menggunakan nama tim yaitu GATOTKACA, selain menambah keunikan tersendiri, tercermin rasa atau kekhasan Indonesia saat berada di negeri tetangga. Sistem lomba oil rig yaitu peserta membuat langsung miniatur oil rig di tempat, kemudian mempresentasikan oil rig yang telah dibuat, dilakukannya load dan floating test. Geoquiz menggunakan sistem yang berbeda dari smart competition di Indonesia, membutuhkan ketepatan dan kecepatan dalam menjawab sehingga didapat poin yang maksimal.

Dengan diraihnya prestasi ini, delegasi berharap semoga dapat menginspirasi dan memicu jiwa kompetisi mahasiswa lain melalui event skala nasional maupun internasional. Perlu digarisbawahi juga bahwa mahasiswa Indonesia kemampuannya masih bisa mengalahkan kemampuan mahasiswa dari negara lain, jadi jangan pernah merasa takut atau rendah diri dengan kemampuan diri kita, karena selama ada keyakinan dan ketekunan tidak ada yang tidak mungkin untuk diraih.

Ismail Halim dalam 100th Annual Convention & Exhibition American Association of Petroleum Geologists 2017 di Texas, Amerika Serikat

Mahasiswa Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad, Ismail Halim, mengikuti konferensi internasional bertajuk “Annual Convention and Exhibition” yang diselenggarakan oleh American Association of Petroleum Geologists, pada 2 – 5 April 2017 di Texas, Amerika Serikat. Meskipun masih menjadi mahasiswa pada program Sarjana di FTG Unpad, Halim ikut mempresentasikan poster nya pada konferensi tingkat internasional tersebut. Ia merupakan satu-satu nya undergraduated student dari Indonesia yang menampilkan karya ilmiahnya pada ajang yang dimana peserta lainnya berkategori Experienced Professional, Master, Doktor, hingga Professor yang datang dari berbagai penjuru dunia.

Ismail Halim memegang bendera Himpunan Mahasiswa Geologi Unpad saat mengikuti konferensi “Annual Convention and Exhibition” di George R. Brown Convention Centre kota Houston, Texas, Amerika Serikat pada 2 – 5 April 2017

Konferensi internasional ini merupakan konferensi tahunan terbesar yang diselenggarakan oleh American Association of Petroleum Geologists, asosiasi keprofesian geologi minyak dan gas bumi terbesar di dunia. Dalam penyelenggaraannya yang ke-100 ini, Halim berkesempatan mempresentasikan poster nya tentang geokimia batuan inti yang berjudul “Comprehensive Geochemical Studies Using Pyrolisis Analysis and Migration Pathway Map on Evaluating Source Rock Potential in Talang Akar Formation, Jambi Sub-Basin, South Sumatera, Indonesia” setelah melewati seleksi ribuan abstrak dari seluruh dunia. Penelitian ini Halim lakukan bersama dengan senior nya, Raynouval, dengan melakukan analisa mendalam pada salah satu batuan inti penghasil minyak dan gas bumi di salah satu daerah di Sumatera Selatan.

“Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara detail pengaruh batuan inti terhadap kualitas serta cadangan volumetrik migas di salah satu lapangan penghasil migas Sumatera Selatan.” Ujar Halim. Penelitian ini menghasilkan hasil analisa yang baik terhadap kematangan batuan penghasil minyak serta tingkat kualitas migas yang terkandung di dalamnya pada lapangan migas di sub-cekungan jambi. Tak hanya itu, penelitian ini juga memperlihatkan cadangan gas yang cukup besar dengan estimasi kurang lebih 29 TCF serta persebaran hidrokarbon yang cukup merata pada beberapa struktur perangkap migas nya.

Mendapatkan kesempatan untuk menampilkan poster nya merupakan suatu pengalaman yang sangat luar biasa untuk Halim. “Sangat menyenangkan dan bersyukur dapat diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian ini mewakili Universitas Padjadjaran dan Mahasiswa dari Indonesia didepan orang-orang yang memiliki passion dan pengalaman yang banyak pada bidang geologi minyak dan gas bumi ini. Mereka sangat antusias dalam mendengarkan dan bertanya pada daerah yang notebane nya kompleks secara geologi ini. Penelitian ini akan sangat penting kedepan dalam pengembangan lapangan migas serta pertumbuhan unconventional energy di daerah Sumatera Selatan ini.” Ungkap Halim.

Berkaca pada penelitian-penelitian yang dipresentasikan dari peserta lain, ia mengungkapkan bahwa penelitian dengan ide-ide baru harus dikembangkan secara masif dan kontinu di Indonesia. “Karena kedepan, tantangan energi di Indonesia akan semakin meninggi dengan meningkat nya demand akan energi di Indonesia. Transformasi menuju arah renewable energy harus mampu diimbangi dengan supply dari fossil fuel yang perlu dieksplorasi dengan berbagai ide-ide baru agar Indonesia kedepan mampu menjaga ketahanan energi dalam negeri nya dalam waktu yang lama.” Tandasnya.