Unpad dan Kodiklatad Gelar FGD Tentang Sistem Manajemen Kebencanaan

 

Pihak Universitas Padjajaran (Unpad) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Kodiklat Angkatan Darat (Kodiklatad) sebagai kelanjutan dari perencanaan pengembangan sumber daya manusia TNI AD. Dankodiklatad, Letjen TNI AM. Putranto S.Sos menerima secara langsung rombongan delegasi dari Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad yang dipimpin oleh Wakil Dekan, Dr.Sc. Yoga Adriana Sendjaja, ST. M.Sc. di ruangan Ganesha, Makodiklatad, Jumat (7/2/2020).

Diskusi yang berlangsung mengusung konsep sistem manajemen kebencanaan. Didahului dengan adanya pemaparan gagasan oleh Wakil Dekan yang mendukung adanya program pengurangan resiko bencana dengan mengoptimalkan peran Bintara Pembina Desa (Babinsa). Peningkatan kemampuan Babinsa didapatkan melalui berbagai sosialisasi dan pendampingan oleh akademisi dan peneliti.

Bahan sosialisasi tentunya berupa data yang berbasiskan riset yang dapat dilakukan terlebih dahulu. “Babinsa nantinya diharapkan akan dapat membantu pengisian big data kebencanaan wilayah lokal, melakukan koordinasi dengan aparat setempat serta meningkatkan kemampuan tanggap bencana masyarakat lokal,” ungkap Dr.Sc. Yoga Adriana Sendjaja, ST. M.Sc.

Kemudian ada penjelasan dari Dr. Cipta Endyana, ST.,MT yang menerangkan bahwa Unpad memiliki 16 Fakultas dan 5 pusat riset unggulan yang dapat memberikan upaya terbaik guna membantu peningkatan SDM Babinsa. “Kita akan mengoptimalkan Pusat Riset Kebencanaan Unpad yang dapat memberikan fokus kepada riset penelitian serta manajemen bencana guna membantu respon dalam tanggap bencana melalui kerjasama seluruh stakeholder terkait seperti BNPB, BPBD, TNI serta pemerintah daerah”, kata Dr. Cipta Endyana, ST.,MT.

Pada saat diskusi, Dankodiklatad mengatakan bahwa perlu adanya kerjasama yang erat antara berbagai pihak dalam upaya penanggulangan bencana. “Upaya penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama, termasuk didalamnya TNI”, kata Putranto. Selanjutnya Dankodiklatad menjelaskan bahwa keberadaan Babinsa di setiap desa turut membantu pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat. “Nah, jika terjadi bencana, maka sudah sepatutnya Babinsa membantu sekuat tenaga, karena sesuai dengan salah satu butir dalam 8 wajib TNI yakni menjadi contoh dan memelopori usaha – usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya”, jelasnya.

Selanjutnya, Dankodiklatad mengucapkan terimakasih atas adanya diskusi secara mendalam tentang adanya konsep sistem kebencanaan ini, “Tentunya dibutuhkan juga masukan dari berbagai pihak terkait seperti Pusat Teritorial Angkatan Darat serta staf umum Mabesad sehingga tidak menyimpang dari aturan yang berlaku”, tambahnya.

Lebih lanjut Dankodiklatad menjelaskan bahwa konsep ini akan diajukan kepada Kasad, Jenderal TNI Andika Perkasa dalam bentuk MoU antara TNI AD dengan Unpad (FT Geologi) dan ditindaklanjuti oleh Aster Kasad bersama Pusterad.

Setelah acara FGD selesai, Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc., Ph.D, memberikan cinderamata berupa buku Pesona Geopark di Jawa Barat dan buku Geopark Ciletuh Palabuhan Ratu dari Unpad kepada Kodiklatad yang diterima langsung oleh Dankodiklatad.

Direncanakan akan diadakan FGD lanjutan antara Unpad dan Kodiklatad yang membahas isu strategis nasional, yakni tentang pembuatan Konsep Dasar Sistem Manajemen Penanggulangan Bencana Nasional secara Komprehensif dan Sustainable. Selanjutnya direncanakan juga FGD tentang Platform Peranan Geopark Berskala Internasional Dalam Rangka Memperkuat Sistem Pertahanan Negara dan Wilayah Kedaulatan NKRI.

Hadir dalam FGD ini delegasi Unpad lainnya yaitu Dr. Eng. H. Boy Yoseph CSSSA, ST., MT., Dr.Ir. Dicky Muslim, M.Sc., Adi Hardiono, ST., MT., beserta dengan Forkom alumni FTG Unpad. Sedangkan dari Kodiklatad yakni Wadankodiklatad, Ir, Dirum, Dirdok, Dirjian serta Dirdik Kodiklatad. (Penerangan Kodiklatad)

sumber berita : http://www.okebung.com/unpad-dan-kodiklatad-gelar-fgd-tentang-sistem-manajemen-kebencanaan/

 

2020-02-10T03:57:47+00:00