Pada Sabtu, 28 Mei 2016, Fakultas Teknik Geologi menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema Pengembangan Pengelolaan Sumnerdaya Alam dan Kebencanaan. Acara dimulai dengan Pembukaan oleh Dekan FTG, dan dilanjutkan dengan sesi utama oleh pembicara kunci Kepala Bappeda Propinsi Jawa Barat, Ir. Yerri Yanuar yang menyoroti tentang “Tantangan Ilmu Geologi dalam Kebijakan Pengembangan Wilayah di Propinsi Jawa Barat”, serta Prof. Ir. Mega F. Rosana (Kepala Puslit Geopark dan Kebencanaan) yang membahas tentang “Peranan Geologi Dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Kebencanaan Untuk Pembangunan Berkelanjutan”. Acara inti dibagi dalam beberapa sesi (presentasi oral dan poster), dilaksanakan secara pararel di beberapa ruangan dalam Kampus Sanusi Hardjadinata Jl. Dipati Ukur 35 Bandung. Seminar ini mengangkat topik-topik yang relevan dengan perkembangan ilmu dan teknologi dewasa ini, khususnya: a. pengembangan kawasan geopark, b. pengembangan sumberdaya enerdi baru dan terbarukan, c. pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya air, d. pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya migas, dan e. kebencanaan geologi.
Seminar nasional ini terselenggara berkat dukungan Universitas Padjadjaran, dan bantuan institusi pendidikan, pemerintah daerah dan instansi pemerintahan khususnya di bidang kebumian. Seminar diikuti oleh peserta yang berasal dari institusi pendidikan (ITB, UGM, USU, Undip, Universitas Trisakti, Universitas Islam Riau, UPN Veteran Yogyakarta, Unpad, USTJ Jayapura, STTMI Bandung, STTNas Yogyakarta, Institut Sains dan Teknologi TD Pardede Medan, Politeknik Geologi dan Pertambangan AGP dan AKPRIND Yogyakarta), pemerintah daerah (Bappeda Propinsi Jaba Barat, Pemkab Bojonegoro Jawa), pusat-pusat penelitian (Puslit Geoteknologi LIPI, UPT Loka Uji Teknik Penambangan dan Mitigasi Bencana LIPI, Puslitbang Air ESDM, P3GL, Museum Geologi Badan Geologi), PT Pertamina Geothermal Energy dan LSM Conservation Indonesia Bali.
Pada akhir kegiatan, diumumkan presenter terbaik pada sesi oral dan poster, baik tingkat profesional maupun mahasiswa yang dipilih dari 41 makalah presentasi oral, dan 36 makalah poster. Seminar nasional ini menjadi wahana bagi peneliti, dosen, profesional, praktisi dan mahasiswa untuk mempublikasikan, menyebarkan hasil penelitian dan saling bertukar pikiran. Selanjutnya, pertemuan ilmiah ini akan ditindaklanjuti dalam kerjasama pendidikan, penelitian dan penyelenggaraan forum diskusi (antaralain dengan STTNas, UIR, Museum Geologi, dan pemerintah daerah). Ketua panitia, M. Barkah, ST. MT mengharapkan kegiatan seminar dapat membawa pada atmosfer riset yang baik dan budaya riset yang kokoh, berkelanjutan dan berkualitas sesuai dengan ilmu dan teknologi dalam pengembangan pengelolaan sumberdaya alam dan kebencanaan.