Sumedang, 16 Mei 2026 – Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran (FTG Unpad) kembali memperkuat kerja sama strategis di bidang riset geologi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN. Penandatanganan kerja sama ini dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026, di Kampus FTG Unpad Jatinangor.
PKS ditandatangani langsung oleh Dekan FTG Unpad, Boy Yoseph, dan Kepala Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN, Iwan Setiawan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pengelola dan peneliti dari kedua institusi.
Kerja sama ini menjadi bagian penting dari upaya penguatan kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset nasional dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang geologi serta sumber daya mineral. Melalui skema penelitian bersama, FTG Unpad dan Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN akan mengembangkan riset kolaboratif yang berfokus pada karakterisasi geologi untuk memahami sifat, potensi, dan proses pembentukan endapan mineral sebagai landasan pengembangan inovasi ilmiah dan teknologi yang aplikatif.
Salah satu fokus utama dalam kerja sama ini adalah penelitian mengenai optimalisasi pemanfaatan mineral ikutan, seperti zirkon dan monazit, yang memiliki nilai strategis meskipun bukan menjadi target utama penambangan. Penelitian tersebut diharapkan dapat menghasilkan teknologi karakterisasi mineral ikutan sisa pengolahan serta pemanfaatannya menjadi material baru yang berpotensi mendukung pengembangan sumber energi terbarukan.
Selain itu, hasil riset yang dihasilkan dapat berupa data, informasi, model, produk, maupun publikasi ilmiah dan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, penyusunan rekomendasi kebijakan, hingga mendukung hilirisasi industri berbasis sumber daya geologi secara berkelanjutan.
Melalui kerja sama ini, FTG Unpad dan Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN berkomitmen untuk menyinergikan sumber daya, kompetensi, dan keahlian yang dimiliki masing-masing pihak guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi institusi secara kolaboratif serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pembangunan nasional.