Mengenal Sosok Dibalik Ketua BEM HMG FTG Unpad 2026

Muhammad Rafa Yudhistira (HMG ‘23)

Setiap pergantian kepengurusan organisasi mahasiswa selalu membawa warna baru. Begitu pula yang terjadi di Himpunan Mahasiswa Geologi (HMG) Fakultas Teknik Geologi (FTG) Universitas Padjadjaran. Tahun ini, Ketua BEM HMG FTG Unpad 2026 hadir dengan visi yang tidak sekadar melanjutkan tradisi, tetapi juga mendorong himpunan untuk tumbuh lebih jauh, baik dari sisi internal maupun eksternal.

Visi Ketua BEM HMG FTG 2026: Menciptakan Ruang yang Sinergis dan Inklusif

Sejak awal mencalonkan diri, Rafa ingin membawa visi menjadikan HMG FTG Unpad sebagai ruang tumbuh yang sinergis dan inklusif. Ia ingin mahasiswa aktif dari angkatan 2023, 2024, dan 2025 benar-benar merasakan perkembangan diri, baik dalam soft skill, hard skill, dan kemampuan sosialisasi. Ia melakukan berbagai cara untuk mewujudkan hal ini, mulai dari program kerja hingga pendekatan langsung dari kepala suku kepada anggota organisasi. Ia menegaskan bahwa kesejahteraan anggota tetap menjadi tujuan utama yang ingin diwujudkan.

Selain itu, ia turut mendorong HMG Unpad untuk mulai mengincar prestasi, baik di ajang akademik maupun non-akademik. “Pada tahun ini, Aku mulai ngebawain untuk mengirim beberapa perwakilan dari FTG untuk di setiap lomba yang ada, yang konteksnya masih relate dengan jurusan geologi,” ucap Rafa.

Ia juga mengarahkan langkah baru untuk mendorong angkatan 2024 dan 2025 agar aktif menyebar ke berbagai kepanitiaan dan organisasi di luar FTG Unpad. Harapannya, HMG FTG Unpad dapat berkembang melalui aspek-aspek positif dari luar tanpa mengubah nilai dari HMG itu sendiri.

Program Kerja yang Menjadi Kebanggaan Kabinet “Cahaya Makna”

Dari seluruh rancangan program kerja, Rafa menyebutkan tiga program yang paling ia banggakan.

  1. Program masa bimbingan atau ospek jurusan FTG Unpad, yang menjadi gerbang awal pengenalan nilai-nilai himpunan kepada mahasiswa baru.
  2. HMG Ekspedisi, sebuah program yang melibatkan sekitar 30 anggota untuk terjun langsung memberikan manfaat kepada suatu daerah, mirip dengan konsep Kuliah Kerja Nyata (KKN).
  3. Karir Expo, yaitu program yang menghadirkan seminar dari dua perusahaan dan expo yang berfokus pada industri minyak, gas, dan pertambangan.


Selain tiga program utama itu, kabinet juga menghadirkan HMG Meetup atau kegiatan bonding satu fakultas yang berlangsung selama tiga hingga empat jam dengan suasana santai dan penuh keakraban.

Membangun Budaya Kerja: Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh dan 3R

Tahun ini, Ketua BEM HMG FTG Unpad 2026 ingin menekankan pentingnya nilai kekeluargaan yang sudah ditanamkan sejak proses kaderisasi. Ia membawa dua prinsip utama dalam kepemimpinannya tahun ini.

Prinsip pertama adalah silih asah, silih asih, silih asuh, yaitu filosofi Sunda yang menekankan sikap saling menghargai, saling peduli, dan saling mengajarkan satu sama lain. Melalui prinsip ini, ia berupaya menghapus stigma senioritas dalam organisasi. Ia bahkan menerapkannya secara langsung, misalnya dengan memastikan berbagai program kerja tidak hanya melibatkan satu angkatan tertentu, melainkan menyatukan angkatan 2023, 2024, dan 2025 dalam satu kegiatan yang sama.

Prinsip kedua adalah 3R, yaitu respect time, respect people, dan respect work. Ia menerapkan kedisiplinan waktu secara bertahap, mengingat kesibukan akademik mahasiswa teknik geologi yang cukup padat. Untuk mendukung nilai respect people, kabinetnya menerapkan sistem Key Performance Indicator (KPI) untuk menilai karakter anggota dan mekanisme evaluasi yang tetap dikemas dengan pendekatan yang menyenangkan.

Kunci Menyeimbangkan Akademik dan Kepemimpinan

Dalam menjaga keseimbangan organisasi dan akademik, Rafa menerapkan jam kerja khusus yang ia sebut “Jam Kepala Suku”, yaitu pukul 08.00 s.d. 16.00 di lingkungan fakultas. Selama jam tersebut, ia tetap memprioritaskan perkuliahan dan mengarahkan urusan organisasi ke waktu istirahat siang. Ia juga membiasakan diri menyelesaikan tugas-tugas di kampus sebelum kembali ke tempat tinggal, serta membatasi komunikasi dan rapat organisasi hingga pukul 22.00, kecuali dalam kondisi mendesak. Baginya, kesibukan bukan menjadi beban, melainkan bagian dari proses untuk terus berkembang.

Harapan untuk Keberlanjutan Budaya HMG

Saat masa kepemimpinan berakhir nanti, Rafa berharap nilai-nilai HMG FTG Unpad tetap terjaga namun tetap menyesuaikan perkembangan zaman. “Jadi sebenarnya kalau untuk HMG kedepannya, tetap yang Aku titip adalah kita HMG-nya harus dapat mengikuti perkembangan zaman.” ucap Rafa.

“Di tahun-tahun kedepannya tuh kita harus mulai mencetak prestasi-prestasi banget lah. Sehingga kita ketika di dunia pekerjaan itu jauh lebih dipermudah, ataupun dari kompetensi akademik dan sosial dari HMG itu sendiri pun bakal meningkat,” ucap Rafa.

Ia juga berharap agar HMG berikutnya dapat memperkuat hubungan dengan alumni, sehingga tidak ada jarak yang terlalu jauh antara mahasiswa aktif dan para alumninya. Baginya, satu pesan yang paling penting untuk kepengurusan berikutnya adalah menjaga agar setiap langkah organisasi tidak melanggar aturan yang telah disepakati bersama. Selebihnya, ia membuka ruang bagi setiap pemimpin untuk membawa gaya dan perubahan sesuai dengan zamannya masing-masing.