Tim FTG Unpad Teliti Longsor Cisarua, Material dari Gunung Burangrang Picu Aliran Debris Flow

Potret drone lokasi terdampak longsoran di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Foto oleh: Faisal Helmi

Sumedang, 25 Januari 2026-Bencana longsor terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di Desa Pasir Langu, Kampung Pasir Kuda RW 10 RT 1. Hingga Minggu, 25 Januari 2025, tercatat sebanyak 16 orang ditemukan meninggal dunia, sementara 74 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Peristiwa ini menyebabkan sedikitnya 30 rumah warga tertimbun material longsoran.

Hasil peninjauan awal menunjukkan bahwa area permukiman yang terdampak berada cukup jauh dari lokasi longsoran utama. Titik longsoran utama diketahui berasal dari kawasan Gunung Burangrang. Material longsoran berupa lapukan produk vulkanik yang dalam kondisi jenuh air, dengan karakteristik sifat fisik berupa nilai Liquid Limit (LL) berkisar antara 40–60 persen. Material tersebut didominasi oleh kandungan mineral kaolinit yang bersifat plastis dan mudah kehilangan kekuatan saat jenuh air.

Kondisi tersebut memicu terjadinya longsoran tipe debris flow atau earthflow, di mana material tanah bercampur air membentuk aliran lumpur yang bergerak cepat. Lumpur mengalir deras mengikuti bentuk morfologi alami (existing morphology) lereng dan lembah, sehingga mampu menjangkau wilayah permukiman yang berada jauh dari sumber longsoran utama.

Sebagai bagian dari upaya kajian ilmiah, Tim Fakultas Teknik Geologi (FTG) Universitas Padjadjaran melakukan
peninjauan langsung ke lokasi bencana. Tim yang terdiri atas dosen dan empat mahasiswa strata satu (S1) ini melakukan survei menggunakan teknologi drone untuk memperoleh gambaran spasial kondisi longsoran dan jalur aliran material. Pendekatan ini memungkinkan analisis yang lebih komprehensif terhadap mekanisme longsor dan faktor penyebabnya. Kegiatan peninjauan lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Dekan FTG Unpad, Dr. Eng. Boy Yoseph.