Sumedang, 22 Januari 2025 – Dua dosen Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran, Prof. Mega Fatimah Rosana dan Dr.Eng. Santi Dwi Pratiwi, mendapatkan kehormatan diundang oleh Kementerian Pendidikan Myanmar untuk menghadiri International Conference on Advanced Research and Education (ICARE) 2025 di Nay Pyi Taw, Myanmar, pada 9-11 Januari 2025. Sebagai peneliti dan akademisi dari Indonesia, keduanya mempresentasikan hasil riset mereka dan berkesempatan mengunjungi University of Yangon, serta terlibat dalam diskusi ilmiah dengan perwakilan dari 43 universitas, institusi, dan pusat riset negara-negara ASEAN+5.
Prof. Mega mempresentasikan penelitian berjudul “Earth Science Education for SDGs Application in Geopark Development: A Case Study in Indonesia Geoparks”, sementara Dr.Eng. Santi mempresentasikan hasil risetnya yang berjudul “Nannofossil Distribution on Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark of Indonesia: Application for Paleoclimate Changes”.
Selain sebagai pembicara undangan, Prof. Mega juga mempresentasikan hasil penelitiannya dalam bentuk poster yang mengangkat isu-isu strategis geopark, penerapan pendidikan geopark dalam kurikulum, serta perubahan iklim geologis dan dampaknya terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Presentasi ini bertujuan memberikan wawasan baru serta memperkaya diskusi ilmiah mengenai geopark. Kajian Geopark Indonesia yang disampaikan oleh Prof. Mega juga mendapatkan perhatian media lokal dan televisi Myanmar, serta apresiasi positif dari Menteri Pendidikan Myanmar.
Dr. Santi menjelaskan bahwa ICARE 2025 memberikan peluang bagi para delegasi untuk memperkuat kerja sama antara universitas dan institusi pendidikan. Konferensi ini membuka kesempatan kolaborasi di berbagai bidang, seperti pendidikan, Earth and Ocean Science, UMKM dan TVET, serta teknologi Natural Language Processing (NLP) dan Kecerdasan Buatan (AI), sambil mencari mitra global untuk kerjasama lebih lanjut.
ICARE 2025 bertujuan menjadi platform bagi para ahli terbaik dari negara-negara ASEAN+5 untuk berbagi wawasan, berkolaborasi dalam penelitian inovatif, dan menetapkan prioritas strategis untuk masa depan. Konferensi ini mengumpulkan berbagai kelompok pendidik, peneliti, pembuat kebijakan, dan profesional industri untuk mendorong kolaborasi interdisipliner dan penelitian yang bermanfaat.
Konferensi ini diselenggarakan oleh Department of Education Research, Planning and Training, Kementerian Pendidikan Myanmar, Yangon University of Education, Dagon University, West Yangon University, Shandong University of Science and Technology, State Key Laboratory of Satellite Ocean Environment Dynamics, Second Institute of Oceanography, Kementerian Sumber Daya Alam, serta Hangzhou dan Guangzhou Marine Geological Survey. Turut hadir dalam konferensi ini adalah Minister Counsellor dari Kedutaan Republik Indonesia di Yangon beserta staf, yang juga memberikan apresiasi atas kehadiran perwakilan perguruan tinggi Indonesia di ICARE 2025.
Dengan penuh rasa terima kasih, Prof. Mega dan Dr.Eng. Santi menyampaikan penghargaan mereka kepada komite ICARE 2025 atas undangan, kesempatan, dan diskusi yang sangat berharga. Melalui konferensi internasional ini, keduanya berharap dapat meningkatkan kualitas penelitian, mengikuti perkembangan terbaru di lapangan, serta mengkaji peran pendidik dalam pembangunan berkelanjutan dan pencapaian SDGs.
Partisipasi dalam ICARE 2025 juga membuka peluang besar untuk mempererat hubungan internasional antara Universitas Padjadjaran dan institusi pendidikan di Myanmar. Prof. Mega menyatakan bahwa hal ini sejalan dengan visi Unpad untuk terus memperluas jejaring kerja sama global dan berperan aktif dalam pengembangan riset dan pendidikan di tingkat internasional.3